29 November 2025
Digitalisasi di dunia logistik membuat proses pengiriman barang menjadi jauh lebih cepat dan efisien. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada satu tantangan besar yang tidak boleh diabaikan: keamanan siber. Dengan semakin banyaknya data pengiriman yang berpindah secara online mulai dari informasi pelanggan, detail kontainer, hingga dokumen pengiriman industri logistik harus menempatkan keamanan data sebagai prioritas utama.
Setiap hari, sistem logistik menangani berbagai informasi sensitif. Misalnya, data rute kapal, jadwal keberangkatan, detail barang yang dikirim, hingga identitas pengirim dan penerima. Jika data ini jatuh ke tangan yang salah, bisa terjadi penyalahgunaan informasi, penipuan, atau gangguan operasional. Inilah mengapa perusahaan pelayaran perlu memperkuat sistem keamanan digital mereka.
Perusahaan seperti PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) yang mengoperasikan platform digital seperti MySPIL Reloaded harus memastikan setiap transaksi dan aktivitas pengguna berjalan di atas sistem yang aman. Mulai dari login, booking kontainer, hingga pelacakan pengiriman, semuanya perlu dilindungi dengan enkripsi, pengelolaan akses, dan pemantauan aktivitas mencurigakan.
Keamanan siber di logistik bukan hanya soal teknologi, tetapi juga proses dan kebiasaan kerja. Karyawan perlu diedukasi untuk berhati-hati terhadap email mencurigakan (phishing), tidak membagikan password, serta selalu memastikan bahwa dokumen digital dikirim melalui kanal resmi. Kesadaran individu menjadi lapisan pertahanan pertama sebelum teknologi bekerja.
Dari sisi teknis, penerapan multi-factor authentication (MFA), enkripsi data, backup berkala, dan pemisahan hak akses (role-based access control) menjadi standar penting. Sistem yang baik memastikan tidak semua orang bisa mengakses semua data. Hanya pihak tertentu yang memiliki kewenangan yang dapat melihat atau mengubah informasi tertentu.
Di tengah tren serangan siber yang semakin canggih, banyak perusahaan logistik mulai bekerja sama dengan penyedia solusi keamanan TI untuk melakukan audit sistem secara berkala. Tujuannya sederhana: mencari celah sebelum celah itu dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Keamanan bukan lagi sesuatu yang dikerjakan sekali, tetapi proses berkelanjutan.
Bagi pelanggan, keamanan siber yang baik berarti ketenangan pikiran. Mereka dapat melakukan transaksi, mengunggah dokumen, dan memantau pengiriman tanpa khawatir data mereka disalahgunakan. Ini juga menjadi nilai tambah penting dalam kepercayaan jangka panjang terhadap sebuah brand logistik.
Ke depan, semakin banyak aktivitas logistik yang berpindah ke ranah digital mulai dari e-document, pembayaran, hingga integrasi antar platform. Karena itu, keamanan siber akan menjadi salah satu pilar utama kesuksesan industri. Perusahaan yang mampu menghadirkan layanan digital yang aman, stabil, dan transparan akan memiliki posisi kuat di tengah persaingan logistik modern di Indonesia.
Tags














